17 Warga Meninggal Akibat Banjir Bandang Sitaro Sulut, Ratusan Mengungsi
INDEKSMEDIA.ID — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, mengakibatkan 17 orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.
Hingga Selasa (6/1/2026) pukul 14.00 WIB, dua orang dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Selain korban jiwa, ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat rumah dan lingkungan permukiman yang rusak.
Data sementara mencatat, dari 17 korban meninggal dunia, enam orang telah berhasil diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses. Sebanyak 22 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat, serta dua korban dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa dan masih berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan.
Banjir bandang dipicu oleh meluapnya aliran sungai secara tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WITA. Empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa.
Dari sisi kerusakan, banjir bandang menyebabkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, serta 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, sementara beberapa bangunan kantor dan infrastruktur lainnya turut mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, serta relawan untuk melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan pendistribusian bantuan logistik.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026, guna mengoptimalkan upaya penanganan dan pemulihan awal pascabencana.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan di wilayah Sulawesi Utara.

