Bawaslu: Infomasi Hoaks Terkait Pemilu Akan Mengancam Demokrasi

JAKARTA, INDEKSMEDIA.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menilai jika informasi hoaks terkait kepemiluan akan memberikan ancaman terhadap demokrasi.

Pasalnya, hal itu akan menimbulkan banyak perpecahan terjadi di tengah masyarakat yang menerima informasi hoaks kepemiluan secara mentah-mentah.

Hal itu diungkapkan saat Konferensi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di gedung CSIS, Kamis (18/1/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Bagja mencontohkan, suasana ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu, masa pendukung salah satu paslon Gubernur, terdoktrin politik yang dibalut ayat agama, sehingga terjadi konflik sosial.

“Teman-teman mahasiswa harus berfikir rasional. Jangan ‘kemakan’ berita hoaks, sehingga memicu konflik sosial,” kata Bagja, Dikutip dari laman resmi Bawaslu RI.

Untuk itu, dirinya meminta generasi muda untuk bekerja sama dengan Bawaslu dalam mengentas informasi haoks terkait pemilu.

Caranya dengan melaporkan kepada Bawaslu apabila menemukan informasi hoaks terkait kepemiluan.

Sebab Bawaslu sudah menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait, semisal Kemenkominfo dan Platform Media Sosial.

“Laporkan kepada kami (Bawaslu) jika ada masalah terkait hoaks kepemiluan,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan upaya yang dilakukan Bawaslu untuk mengantisipasi maraknya informasi hoaks kepemiluan.

Diantaranya Bawaslu membuat komunitas literasi digital bernama ‘JARIMU AWASI PEMILU’.

Komunitas digital ini hadir sebagai solusi dalam melakukan pertukaran informasi, edukasi dan literasi digital pengawasan pemilu, dan respon cepat terhadap disinformasi isu-isu pemilu, serta tindak lanjut aduan konten disinformasi.

“Masyarakat bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk bergabung sebagai pengawas pemilu di ruang digital,” pungkasnya. (*)