Kapan Lailatul Qadr? Ini 3 Pandangan Ulama
INDEKSMEDIA.ID – Lailatul Qadr, malam yang lebih mulia dari seribu bulan, selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam setiap Ramadan. Meski waktu pastinya dirahasiakan, para ulama telah menyusun pola tertentu untuk memperkirakan kapan malam istimewa ini terjadi berdasarkan hari pertama Ramadan.
Menurut Syaikh Abu Hasan al-Syadzili dalam I’anah al-Tholibin, jika awal Ramadan jatuh pada hari Ahad, maka Lailatul Qadr diperkirakan hadir pada malam ke-29. Jika dimulai pada hari Senin, kemungkinan jatuh pada malam ke-21. Sementara itu, jika Ramadan dimulai pada hari Selasa, malam ke-27 menjadi waktu yang diperkirakan. Bagi yang memulai Ramadan di hari Rabu, maka malam ke-19 bisa menjadi momen yang dinanti. Sedangkan awal Ramadan pada hari Kamis mengarah pada malam ke-25, hari Jumat pada malam ke-17, dan hari Sabtu pada malam ke-23.
Pendapat lain datang dari Imam Al-Ghazali dalam Hasyiyah Al-Bajuri, yang memberikan pola sedikit berbeda. Jika Ramadan dimulai pada hari Sabtu, maka malam ke-21 menjadi fokus utama. Sementara jika hari pertama jatuh pada Ahad, maka malam ke-27 lebih diutamakan. Bagi yang memulai Ramadan di hari Senin atau Jumat, malam ke-29 dianggap sebagai kemungkinan terbesar. Jika Ramadan dimulai pada hari Selasa, maka malam ke-25 menjadi perhatian, sedangkan bagi yang memulai pada Rabu, malam ke-27 menjadi pilihan. Adapun jika awal Ramadan bertepatan dengan hari Kamis, Lailatul Qadr diperkirakan berada di salah satu malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir.
Dalam versi lain yang juga berasal dari Imam Al-Ghazali dalam I’anah al-Tholibin dan Hasyiyah Al-Jamal, jika Ramadan dimulai pada hari Sabtu, maka malam ke-23 diyakini sebagai Lailatul Qadr. Awal Ramadan pada hari Ahad atau Rabu mengarah pada malam ke-29, sedangkan hari Senin pada malam ke-21. Jika Ramadan dimulai di hari Selasa atau Jumat, maka malam ke-27 lebih diutamakan, dan jika hari pertama jatuh pada Kamis, malam ke-25 menjadi pilihan.
Meskipun berbagai metode ini memberikan perkiraan, Rasulullah ﷺ tetap menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadr di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Dengan memahami pola ini, umat Islam dapat lebih fokus dalam meningkatkan ibadah dan memperbesar peluang meraih keberkahan Lailatul Qadr.

