Materi Sejarah Sekolah Berubah, PGRI Dorong Penyesuaian Buku Rujukan Terbaru
JAKARTA, INDEKSMEDIA.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai materi pembelajaran sejarah di sekolah perlu segera disesuaikan seiring terbitnya buku sejarah nasional terbaru. Buku berjudul Dinamika Kebangsaan Global yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan dinilai dapat menjadi rujukan baru dalam pembelajaran sejarah Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, menyebut penerbitan buku tersebut berimplikasi langsung terhadap capaian pembelajaran dan buku teks sejarah di sekolah. Menurutnya, sejumlah perspektif lama perlu diperbarui agar selaras dengan kerangka konseptual buku sejarah nasional terbaru.
“Terbitnya buku materi sejarah nasional terbaru menuntut adanya penyesuaian capaian pembelajaran dan buku teks di sekolah. Sebab, buku yang selama ini digunakan masih memakai kerangka masa Hindu–Buddha dan Islam,” ujar Sumardiansyah saat berbincang bersama RRI Pro 3, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, buku terbaru mengusung pendekatan Nusantara dalam jejaring global. Pendekatan ini, menurutnya, menuntut perubahan substansi dan perspektif pembelajaran sejarah di sekolah agar lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan kajian sejarah mutakhir.
Perubahan tersebut antara lain mencakup koreksi atas narasi mitos penjajahan 350 tahun, serta penguatan perspektif perlawanan rakyat dan daerah sebagai bagian integral dari sejarah nasional. Sumardiansyah menilai, penyesuaian kurikulum merupakan konsekuensi logis agar buku sejarah nasional terbaru dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pelatihan bagi guru sejarah agar memahami substansi terbaru, sekaligus mampu mengembangkan bahan ajar secara mandiri. Ia juga mendorong adanya komunikasi lintas kementerian guna mempercepat penyesuaian kurikulum dan buku teks pelajaran sejarah.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyatakan masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait penerapan buku sejarah nasional terbaru. Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wawan Sarudi, mengatakan sekolah saat ini masih menggunakan kurikulum lama yang telah ditetapkan kementerian dan terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.
“Kami di tingkat daerah menunggu kebijakan resmi dari Kemendik Dasmen terkait penerapan buku sejarah nasional terbaru. Sekolah masih menggunakan kurikulum lama karena ditetapkan kementerian,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Guru SMP Negeri 238 Jakarta, Teguh Leksono. Ia menyebut perubahan materi pembelajaran umumnya hanya dapat dilakukan pada awal tahun ajaran baru.
“Perubahan biasanya dilakukan pada awal tahun pelajaran bulan Juli. Namun guru perlu mendapatkan informasi lebih awal agar siap menerapkan perspektif sejarah yang baru,” ujarnya.
Teguh berharap, kehadiran buku sejarah nasional terbaru mampu meningkatkan minat baca dan literasi siswa sekolah menengah, sekaligus membantu siswa memperoleh pemahaman sejarah yang lebih utuh dan terhindar dari informasi keliru yang beredar di media sosial.

