Dinilai Tak Mampu Tertibkan Tambang Ilegal, GAM Minta Polda Sulsel Copot Kapolres Luwu

INDEKSMEDIA.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa mengelar aksi unjuk rasa, di depan Mapolda Sulawesi Selatan, Selasa, 26 September 2023.

Massa aksi menyoalkan maraknya tambang ilegal yang masih beroperasi di bantaran sungai DAS Suso, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Aksi yang dilakukan GAM Luwu Raya di warnai kericuhan lantaran pihak aparat pengamanan melarang massa aksi membakar ban bekas.

Jenderal GAM Luwu Raya, Wawan Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya menilai Kabupaten Luwu sebagai sarang mafia tambang Ilegal.

Pihaknya meminta kepada pihak Polda Sulsel untuk menutup dan menangkap pelaku Tambang Ilegal yang masih beroperasi di Kabupaten Luwu.

“Kami meminta kepada pihak Polda Sulsel untuk terjun langsung ke lokasi untuk melakukan penutupan dan penangkapan terhadap mafia tambang ilegal yang terjadi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu,” katanya.

“Kalau kita mengharapkan kinerja dari pihak Polres Luwu untuk melakukan penegakan hukum mengenai tambang ilegal, sampai kapanpun tambang liar tersebut akan terus-menerus beroperasi,” sambungnya.

GAM Luwu Raya menganggap pucuk pimpinan Polres Luwu gagal menegakkan supremasi hukum di tanah Luwu dan berhak mendapatkan Nilai O besar karena di duga membiarkan kejahatan liar beraktivitas.

“Kami menganggap Kapolres Luwu sebagai pucuk pimpinan gagal menegakkan hukum dan layak untuk diberhentikan,” ungkapnya.

“Sebab, beberapa kali masyarakat melakukan protes mengani tambang ilegal yang terjadi di Kec. Latimojong dan melalui Surat Rekomendasi dari DPRD LUWU No. 170/35/DPRD/I/2023 dan No. 170/484/DPRD/IX/2023. Tidak pernah di tindak lanjuti sampai betul-betul pertambangan ilegal tersebut Tutup secara total,” jelasnya menambahkan.

Dengan aksi tersebut mahasiswa yang tergabung dari Gerakan Aktivis Mahasiswa di temui oleh pihak Polda Sulsel dan secara resmi melakukan pengadukan ke Polda Sulsel terkait dari tambang ilegal dan kinerja daripada Polres Luwu yang meraka anggap gagal. (Ainun Mardiah)