Pemuda Luwu Geram, Marak Tambang Ilegal di Luwu, APH Dianggap Tidak produktif

INDEKSMEDIA.ID—Maraknya pemberitaan terkait tambang ilegal di Kecamatan kamandre, Kabupaten Luwu menuai komentar dari Pemuda Luwu. Rifky menyebut jika aparat penegak hukum (APH) tidak proaktif dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dalam hal ini saya secara pribadi atas nama pemuda Luwu menganggap bahwa APh tidak betul-betul Pro aktif dalam menjalankan tugasnya,” kata Rifky, Minggu (23/9) malam.

Selain menyoroti kinerja APH, Rifky juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak serius dalam mengamati masalah yang hadir di tengah masyarakat hari ini.

“Dimana Warga sekitar terus melakukan upaya untuk menutup tambang ilegal yang beroperasi di wilayah mereka,” tambah Rifky.

Rifky melanjutkan, jika pembiaran aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di wilayah tersebut, terlebih lagi tambang yang beroperasi itu tidak memiliki izin, akan sangat berbahaya dan akan berdampak kepada kesehatan masyakarat yang mengkonsumsi air yang tercemari.

“bahkan di sepanjang sungai paremang ini ada beberapa titik yang sudah mulai longsor akibat adanya pengoperasian tambang ilegal tersebut,” jelas Rifky

Terakhir, Rifky berjanji akan menggelar aksi unjuk rasa bersama teman-temannya jika tambang ilegal di kecamatan kamdre masih terus dibiarkan beroprasi.

“Saya selaku Pemuda Luwu mencoba menyambung dari apa yang saya sudah sampaikan kepada camat kamandre secara langsung dulu dan apabila ini masih belum didengarkan oleh pihak yang berwajib dan pemerintah Kabupaten Luwu, maka saya akan melakukan aksi demontrasi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tambang ilegal semakin menjamur di sepanjang bantaran sungai paremang sehingga ada beberapa titik yang sudah mulai rusak/longsor bahkan jembatan besi sungai paremang juga mulai terancam akan runtuh sedangkatan kita ketahui bahwa jembatan tersebut merupakan jalan trans Sulawesi Selatan dan apa bila jembatan itu rusak/runtuh maka jalan trans akan lumpuh total,karena jembatan tersebut merupakan jalur Satu-satunya yang ada hari ini.

Berdasarkan hasil advokasi Rifky di TKP, terdapat beberapa tambang yang merusak aliran sungai paremang, lokasi tambang berbeda di desa paccerakan hingga di kelurahan cilallang. Teknik dan cara penambangan juga berbeda, ada yang menggunakan cara manual, ada yang menggunakan mesin alkon dan ada pula yang melakukan penambangan dengan skala besar menggunakan beberapa alat Ekskavator.(Ainun)