INDEKS MEDIA

Berita Hari Ini Di Indonesia & Internasional

Pj Gubernur Sulsel Canangkan Gerakan Gemar Menanam Pisang, Asrul Sani: 43 Hektare Lahan Telah Disiapkan

PJ Gubernur Sulsel Baktiar Baharuddin bersama PJ Walikota Palopo Asrul Sani saat melakukan penanaman Pisang.

INDEKSEMEDIA.ID – Pemerintah Kota Palopo menyiapkan lahan seluas 43 hektar untuk gerakan gemar menanam pisang.

Hal itu diungkapkan Pj. Wali Kota Palopo Asrul Sani saat mendampingi PJ Gubernur meninjau lahan penanaman pisang di Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, Minggu, 5 November 2023.

Asrul mengatakan bahwa untuk penanaman pisang di Kota Palopo pihaknya telah menyediakan lahan seluas 43 hektar untuk gerakan gemar menanam pisang.

“Sebelumnya juga telah kita programkan gerakan tanam cabai, dan itu kita sudah sebarkan sampai ke kelurahan sebayak 78 ribu bibit cabe,” kata Asrul Sani.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Bahtiar Baharuddin, mengatakan jika kunjungan kerjanya ke Palopo untuk meninjau lahan penanaman dan melakukan Pencanangan Gerakan Gemar Menanam Pisang (G2MP).

Saat meninjau lokasi tersebut, Pj. Gubernur Sulsel mencontohkan cara budidaya pisang. Salah satunya dengan cara menghasilkan bibit pohon pisang melalui metode PIF.

Kemudian dirinya juga mempraktekkan cara memotong batang pisang dan memperlihatkan salah satu metode memperbanyak bibit pisang kepada penyuluh dan petani.

Pj. Gubernur dalam kesempatan itu menjelaskan bagaimana menggunakan metode kultur jaringan.

“Dalam metode itu, jutaan pohon bisa kita peroleh dari situ, tapi dengan metode ini, metode PIF, sepuluh sampai dua puluh pohon bisa kita ambil dari situ, satu bonggol pisang tadi,” ungkapnya.

“Apapun yang kita tanam, masyarakat harus diajari produksi apapun. Jadi jangan biarkan lahan itu kosong. Sayang itu lahan dibiarkan kosong,” sambungnya.

Baktiar juga menyebut jika Sulsel memiliki 7 juta (hektar) dan masih ada 2 juta lebih (hektar) yang tidak produktif.

“Kalau lahan ini kita manfaatkan untuk kita tanami apa saja, insya Allah akan mendatangkan kemaslahatan untuk masyarakat kita,” ujarnya.

“Yang kita lakukan ini sebenarnya adalah sesuatu yang sudah ada di masyarakat, tinggal di ubah, di revitalisasi supaya menjadi sesuatu yang menghasilkan”, pungkasnya. (*)