INDEKS MEDIA

Berita Hari Ini Di Indonesia & Internasional

Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Kutim Ingatkan Peserta Pesan Para Pahlawan Nasional

Peringatan Hari Pahlawan di Kutai Timur.

INDEKSMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar upacara peringatan hari pahlawan ke-78 di Lapangan Bukit Pelangi, Jumat (10/11/2023)

Peringatan hari pahlawan itu dipimpin Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Peringatan hari pahlawan itu mengangkat tema Semangat Pahlawan untuk masa depan bangsa dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan.

Pada kesempatan itu, Ardiansyah mengingat peserta upacara akan pesan salah para pahlawan pahlawan Nasional, seperti Abdul Muis dan Ki Hajar Dewantara.

“Pesan Abdul Muis,Jika orang lain bisa, saya juga bisa. Mengapa pemuda kita tidak bisa jika memang memperjuangkan, menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi ketika abdul muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai wakil SI,” kata Ardiansyah.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.

“Lalu Pesan pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara, ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso tut wuri Handayani, di depan memberi contoh di tengah memberi semangat di belakang memberi dorongan. Semboyan yang diajarkan saat ki hajar dewantara merintis taman siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan,” sambungnya.

Selain itu, Bupati Kutim juga mengingatkan pesan dr Cipto Mangunkusumo, yakni Hari kemudian daripada tanah kita dan rakyat kita terletak dalam hari sekarang.

“Hari sekarang itu ialah kamu hari ini generasi muda. Kemudian Pesan pahlawan nasional Cut Nyak Dien. Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan. Pesan pahlawan Nasional Gubernur Suryo berulang ulang telah kita katakan. Bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali,” lanjutnya.

Ardiansyah meneruskan, Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Polisi cilik Polres Kutai Timur.

Dia juga membacakan Pesan Pahlawan Nasional RA Kartini, yakni tahukah engkau semboyanku aku mau dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan kata aku tidak dapat menyiapkan. Bukan rasa berani kalimat aku mau membuat kita mau mendaki puncak gunung.

“Pesan pahlawan nasional Jenderal Sudirman. Tempat yang paling terbaik adalah di tengah tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan of gender pemerintah. TNI akan berjuang terus. Disampaikan pada jam jam terakhir sebelum jatuhnya Jogjakarta,” tuturnya

“Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit ketika menjawab pernyataan presiden yang menasihati supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya,” urainya.

Kemudian dia juga mengungkapkan pesan pahlawan nasional, prof Muhammad Yamin Syah.

“Cita cita persatuan Indonesia itu bukan omongan nol tetapi benar benar didukung oleh kekuatan kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri. Disampaikan pada kongres kedua Pemuda di Jakarta tanggal 27 hingga 28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar dimana ia menjabat sebagai sekretaris,” katanya.

“Pesan pahlawan Nasional Pattimura. Patimura pattimura tua boleh dihancurkan tetapi Patimura muda akan bangkit disampaikan pada saat akan digantung di kota ambon tanggal 16 Desember 1817,” sambungnya.

Selain itu, dia juga membacakan pesan pahlawan Nasional Ki Ageng Serang yakni, Untuk keamanan kesentosaan jiwa kita harus mendekatkan diri kepada
Tuhan yang maha esa. Orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak
akan terperosok hidupnya dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup. Karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya. Disampaikan pada saat ini, ageng serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut, rakyat akibat perlakuan kaum penjajah.

Dalam peringatan hari pahlawan itu, dimeriahkan oleh polisi cilik binaan Polres Kutim. (adv)