Imbas Ketegangan Timur Tengah, Bahlil Lahadalia Imbau Masyarakat Hemat Energi
JAKARTA,INDEKSMEDIA.ID – Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga kini memicu kekhawatiran global terhadap ketersediaan energi.
Merespon hal tersebut, Pemerintah Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi, khususnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya efisiensi penggunaan energi di tengah ancaman krisis pasokan dunia.
Imbauan tersebut disampaikannya di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026). Sebagaimana yang tayang di YouTube Chanel Menteri ESDM.
“Saya menyarankan kepada masyarakat untuk bijaksana dalam memakai LPG. Contoh, katakanlah, kalau masak pakai LPG, kalau masakannya udah masak, jangan kompornya boros,” ujar Bahlil dihadapan awak media
Menurut Bahlil, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih cukup tinggi, yakni sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi ini membuat pengelolaan konsumsi energi menjadi sangat krusial.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial untuk membeli energi, persaingan di pasar global tetap menjadi tantangan serius.
“Sekalipun kita ada duit, kalau harus berebut dengan negara lain, maka kita harus benar-benar menjaganya,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah memastikan stok energi nasional, baik BBM maupun LPG, masih dalam kondisi aman dan sesuai standar minimum. Distribusi juga tetap berjalan, termasuk pengiriman melalui kapal-kapal tanker yang telah dijadwalkan.
“Saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita tidak lagi kita lakukan impor, jadi clear. BBM berbentuk bensin sebagaian 50 persen kita masih impor sebagai dalam negeri tapi kita semua sudah mencari alternatif-alternatifnya,” jelas Bahlil.
Namun, pemerintah mengakui adanya kendala berupa tertahannya sejumlah kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz. Untuk mengatasi hal ini, komunikasi intensif terus dilakukan dengan otoritas terkait di Iran.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian ESDM untuk segera mencari sumber pasokan energi alternatif dari negara lain di luar kawasan konflik, guna menjaga stabilitas energi nasional.
“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” terangnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi ketidakpastian global sekaligus memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.(*)
