Hari Bumi, DEMA IAIN Bone Gelar Seminar Lingkungan dan Aksi Nyata Penanaman Bibit
BONE,INDEKSMEDKA.ID — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone berkolaborasi dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) IAIN Bone sukses menggelar seminar lingkungan bertajuk Go Green yang dirangkaikan dengan pembagian serta penanaman ratusan bibit pohon. Kegiatan ini menjadi bentuk refleksi sekaligus aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK pada pukul 09.00 WITA ini dihadiri lebih dari 150 peserta, terdiri dari organisasi mahasiswa internal kampus, komunitas pecinta alam di Bone, hingga delegasi dari berbagai sekolah. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi registrasi, di mana setiap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga bibit tanaman untuk ditanam di wilayah masing-masing.
Wakil Rektor III IAIN Bone, Prof. Dr. Sarifa Suhra, M.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. “Merawat lingkungan berarti merawat diri sendiri. Kita diberi amanah oleh Allah sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan merawatnya,” ujarnya, yang juga sempat membawakan syair reflektif tentang lingkungan.
Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, dalam penyampaiannya menekankan bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada simbol atau seremoni semata. “Seminar ini menjadi ruang refleksi bersama agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas pamflet, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” ungkapnya. Ia juga menyoroti kondisi lingkungan Indonesia yang kian mengkhawatirkan, termasuk tingginya angka deforestasi dan posisi Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. “Ini bukan sekadar angka, tetapi alarm bahaya bagi masa depan,” tegasnya.
Ketua Mapala IAIN Bone, Muh. Alif Fajriawan, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif. “Kita semua memiliki tanggung jawab besar terhadap kelestarian lingkungan, dan perubahan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pemateri yang kompeten di bidangnya. Direktur Pascasarjana IAIN Bone, Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., membahas konsep ekoteologi dalam perspektif Islam. Ia menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak terlepas dari perilaku manusia yang eksploitatif. “Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya,” paparnya.
Pemateri lainnya, Andi Takdir, menyoroti isu perubahan iklim yang tidak dapat dihindari. Ia menekankan pentingnya adaptasi sebagai langkah strategis dalam menghadapi realitas tersebut. Sementara itu, Arismayanti, S.Ag., M.Ag. menyampaikan pesan lingkungan melalui pendekatan sastra berupa puisi yang menggambarkan kegelisahan alam terhadap perilaku manusia.
Sebagai bentuk aksi nyata, panitia membagikan lebih dari 500 bibit pohon kepada peserta yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman di Kampus II IAIN Bone. Bibit yang dibagikan meliputi pohon jati, mahoni, jambu, dan sirsak.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya krisis lingkungan global, mulai dari perubahan iklim, deforestasi, hingga permasalahan sampah yang semakin kompleks. Melalui kolaborasi ini, DEMA dan Mapala IAIN Bone berharap dapat menjadi motor penggerak kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Menutup kegiatan, Muhammad Farhan menyampaikan pesan reflektif, “Ketika pohon terakhir ditebang, sungai terakhir dikeringkan, dan ikan terakhir ditangkap, saat itulah kita akan sadar bahwa uang tidak bisa menggantikan alam.”
Dengan menggabungkan edukasi dan aksi nyata, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana organisasi mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan lingkungan secara sistematis dan berkelanjutan.
