https://www.zeverix.com/

INDEKS MEDIA

Berita Hari Ini Di Indonesia & Internasional

PT. Karunia Jasindo Dorong Akurasi Lab lewat Proficiency Testing

Di banyak sektor, proficiency testing sudah menjadi bagian wajib sistem jaminan mutu. Program ini membantu laboratorium memastikan hasilnya akurat, konsisten, dan dapat dipercaya oleh regulator maupun klien.

Laboratorium yang rutin ikut proficiency testing lebih siap menghadapi audit akreditasi dan tuntutan standar internasional seperti ISO/IEC 17025 dan ISO/IEC 17043. Untuk mendukung hal ini, ketersediaan reagen dan bahan kimia berkualitas menjadi faktor penting.

Pemasangan Backlink Dibanyak situs : WA 0821 8941 3075

Apa Itu Proficiency Testing?

Secara sederhana, proficiency testing adalah penilaian kinerja laboratorium dengan cara membandingkan hasil uji antar beberapa laboratorium terhadap sampel yang sama. Penilaian dilakukan menggunakan kriteria yang sudah ditetapkan, misalnya berbasis evaluasi statistik seperti z-score.

Menurut ISO/IEC 17043, proficiency testing adalah kegiatan evaluasi kinerja peserta terhadap kriteria yang sudah ditetapkan melalui skema uji antar laboratorium. Sampel uji dikirim oleh provider kepada peserta, lalu hasilnya dikumpulkan dan dianalisis untuk melihat apakah performa laboratorium berada dalam batas yang dapat diterima.

Dalam konteks Indonesia, proficiency testing sering dikenal sebagai uji profisiensi dan menjadi salah satu persyaratan penting untuk memperoleh dan mempertahankan akreditasi SNI ISO/IEC 17025. Program ini juga membantu laboratorium memantau kinerja secara berkelanjutan, bukan hanya saat akan akreditasi saja.

Mengapa Proficiency Testing Penting untuk Laboratorium?

1. Memastikan Akurasi dan Konsistensi Hasil Uji

Proficiency testing membantu laboratorium menilai apakah hasil pengujian sudah akurat dan konsisten dari waktu ke waktu. Dengan membandingkan hasil dengan nilai acuan atau dengan laboratorium lain, tim dapat mengetahui adanya deviasi yang perlu diperbaiki.

Konsistensi ini penting untuk berbagai sektor, misalnya medis, lingkungan, pangan, farmasi, migas, dan industri lainnya. Tanpa proficiency testing, laboratorium berisiko menghasilkan data yang menyesatkan dan berdampak pada pengambilan keputusan.

2. Mendukung Akreditasi dan Kepatuhan Regulasi

Partisipasi dalam proficiency testing merupakan salah satu bukti kompetensi yang diminta oleh badan akreditasi untuk standar seperti ISO/IEC 17025 dan ISO/IEC 17043. Banyak regulasi di sektor pangan, kesehatan, dan lingkungan juga mensyaratkan laboratorium mengikuti program uji profisiensi secara berkala.

Dengan mengikuti proficiency testing, laboratorium dapat menunjukkan bahwa sistem mutu berjalan dan prosedur pengujian yang digunakan mampu menghasilkan data yang dapat diterima komunitas ilmiah. Hal ini meningkatkan kepercayaan regulator, klien, dan mitra industri.

3. Mengidentifikasi Area Perbaikan dan Peningkatan Mutu

Hasil proficiency testing sering kali mengungkapkan kelemahan yang selama ini tidak terlihat dalam pemantauan internal. Contohnya deviasi metode, masalah kalibrasi alat, ketidakstabilan reagen, atau kebutuhan pelatihan ulang analis.

Informasi ini dapat digunakan untuk menyusun rencana tindakan korektif yang lebih fokus sehingga mutu laboratorium dapat meningkat secara nyata. Dalam jangka panjang, proficiency testing menjadi alat monitoring yang membantu laboratorium mempertahankan performa dan reputasi di mata klien.

Peran Reagen dan Bahan Kimia dalam Proficiency Testing

Sukses tidaknya proficiency testing tidak hanya bergantung pada metode dan analis, tetapi juga pada kualitas reagen dan bahan kimia yang digunakan. Reagen berkualitas rendah dapat menyebabkan hasil meleset dari nilai acuan sehingga skor kinerja laboratorium menjadi buruk.

Distributor yang fokus pada reagen laboratorium berperan penting memastikan produk memiliki kemurnian tinggi, sertifikat analisis yang jelas, dan stabilitas yang memadai. Hal ini sangat krusial, terutama untuk pengujian dengan instrumen presisi seperti HPLC yang membutuhkan pelarut HPLC grade.

Aspek Peran dalam proficiency testing Dampak jika tidak sesuai
Kemurnian reagen Menjamin respon analitik sesuai karakteristik metode dan nilai acuan Hasil bias, z-score di luar batas, skor proficiency testing buruk 
Stabilitas bahan kimia Menjaga konsentrasi dan sifat kimia tidak berubah selama penyimpanan dan pengujian Hasil tidak konsisten antar hari, data sulit direproduksi
Kesesuaian grade (misalnya HPLC grade) Mengurangi noise, kontaminasi, dan gangguan matriks pada instrumen presisi Baseline tidak stabil, limit deteksi meningkat, hasil melenceng dari nilai target 
Dokumentasi & CoA Memudahkan penelusuran jika terjadi deviasi hasil proficiency testing Sulit mengidentifikasi sumber masalah, investigasi lebih lama 
Konsistensi merek & batch Mengurangi variasi sistemik antar siklus uji profisiensi Perubahan pola hasil antar periode proficiency testing sulit dijelaskan 

 

Dengan memilih reagen dari sumber yang jelas dan terpercaya, laboratorium dapat mengurangi faktor ketidakpastian yang berasal dari bahan kimia. Hal ini membantu tim fokus pada perbaikan metode, kompetensi analis, dan pemeliharaan instrumen.

Komitmen PT Karunia Jasindo dalam Mendukung Kualitas Laboratorium

PT Karunia Jasindo adalah perusahaan yang bergerak sebagai importir dan distributor reagen, instrumen, aksesori, serta layanan perbaikan alat laboratorium sejak 2002. Dengan pengalaman panjang, perusahaan ini berfokus menyediakan produk yang sesuai standar untuk mendukung kegiatan pengujian dan proficiency testing di berbagai jenis laboratorium.

“Keberhasilan dalam proficiency testing bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari presisi metode dan kemurnian bahan uji. Kami di PT Karunia Jasindo menyadari bahwa saat laboratorium Anda diuji, reputasi Anda yang dipertaruhkan. 

Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh menyuplai reagen dan instrumen dengan standar kualitas yang tidak kenal kompromi, memastikan Anda selalu siap menghadapi audit akreditasi dengan penuh percaya diri,” tegas perwakilan manajemen PT. Karunia Jasindo.

Sebagai distributor alat laboratorium dan reagen, PT Karunia Jasindo bekerja sama dengan berbagai prinsipal resmi, termasuk penyedia reagen analitis dengan grade tinggi seperti HPLC grade. Pendekatan ini membantu laboratorium menjaga akurasi pengujian dan memperoleh hasil proficiency testing yang lebih stabil dari waktu ke waktu.

PT Karunia Jasindo juga menawarkan dukungan teknis terkait pemilihan produk, cara penyimpanan bahan kimia, hingga pemeliharaan instrumen. Pendampingan ini memberi nilai tambah bagi laboratorium yang sedang memperkuat sistem jaminan mutu dan mempersiapkan akreditasi.

  1. Karunia Jasindo

Jl. Jemb. 3 Raya No.36CD 1, RW.16, Penjaringan, JAKARTA, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440

Phone Number: +62 21 663 033

Facebook: https://www.facebook.com/karunia.jasindo/

Instagram: https://www.instagram.com/karusindo_lab_specialist/?hl=en

Twitter: https://x.com/karusindo

Website: https://www.karusindo.com/ 

FAQ 

  1. Apa tujuan utama proficiency testing?

Tujuan utama proficiency testing adalah mengevaluasi kinerja laboratorium dalam pengujian tertentu, memantau konsistensi hasil, dan mendukung pemenuhan persyaratan akreditasi. Program ini juga membantu mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.

  1. Seberapa sering laboratorium perlu mengikuti proficiency testing?

Frekuensi proficiency testing mengikuti persyaratan skema, regulator, dan kebijakan internal laboratorium. Umumnya, setiap parameter penting diusahakan ikut minimal satu program uji profisiensi per tahun untuk menjaga bukti kompetensi.

  1. Apa hubungan proficiency testing dengan ISO/IEC 17025?

Untuk mendapatkan dan mempertahankan akreditasi ISO/IEC 17025, laboratorium perlu menunjukkan bukti kompetensi, salah satunya melalui partisipasi rutin dalam proficiency testing. Hasil program ini menjadi bahan evaluasi bagi badan akreditasi maupun manajemen laboratorium.

  1. Apakah kualitas reagen memengaruhi hasil proficiency testing?

Ya, reagen dan bahan kimia memiliki pengaruh besar terhadap hasil proficiency testing. Reagen dengan kemurnian rendah, kadaluarsa, atau disimpan tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan hasil bias dan skor uji profisiensi menjadi di luar batas yang dapat diterima.

  1. Kapan laboratorium perlu melakukan tindakan korektif setelah proficiency testing?

Tindakan korektif perlu dilakukan ketika hasil proficiency testing menunjukkan deviasi signifikan dari nilai acuan atau berada di luar kriteria penerimaan. Investigasi biasanya mencakup peninjauan metode, kalibrasi alat, kompetensi personel, dan kualitas reagen.

Mulai Tingkatkan Hasil Proficiency Testing Laboratorium Anda

Laboratorium yang serius menjaga mutu tidak bisa lagi mengabaikan proficiency testing sebagai bagian dari rutinitas kerja. Program ini membantu menjaga akurasi hasil uji, memperkuat posisi di depan auditor, dan meningkatkan kepercayaan klien.

PT Karunia Jasindo ada untuk mendukung kebutuhan reagen, bahan kimia, dan instrumen agar laboratorium siap menghadapi setiap siklus proficiency testing dengan lebih percaya diri. Hubungi tim ini melalui halaman kontak resmi untuk berdiskusi tentang kebutuhan laboratorium Anda dan temukan paket produk yang paling sesuai dengan ruang lingkup pengujian yang dijalankan.

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!