Warga Kambo Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang, Soroti Status Destinasi Wisata
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Warga Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, bergotong royong memperbaiki jalan berlubang. Aksi swadaya itu dilakukan karena kondisi jalan dinilai tidak sejalan dengan status Kambo sebagai kawasan destinasi wisata sekaligus membahayakan pengguna jalan.
Tokoh pemuda Kambo, Yusuf Pandu, menyoroti pentingnya perhatian terhadap infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Ia menilai, dengan status Kambo sebagai destinasi wisata yang mulai dikenal luas, kondisi jalan yang rusak justru menjadi ironi dan berpotensi merusak citra daerah di mata pengunjung.
“Ini sudah menjadi daerah destinasi wisata, bahkan pernah masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata se-Indonesia. Harusnya ini menjadi perhatian untuk dilakukan pembenahan jalan,” ujar Yusuf, Rabu (24/3/2026).
Kondisi jalan yang berlubang di sejumlah titik membuat warga bersama pemuda setempat bergerak melakukan gotong royong. Mereka menambal jalan secara swadaya sebagai langkah darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi di jalur tersebut.
“Kegiatan ini bukan sebagai beban, tapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan dampak yang lebih serius, terutama bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
“Tentu harapan kami itu, bagaimana pemerintah Kota Palopo bisa memperbaiki jalan ini. Karena kalau dibiarkan akan banyak memicu kecelakaan di wilayah ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Lurah Kambo, Ulpan Ridwan, memberikan apresiasi terhadap peran aktif pemuda yang dinilai menjadi penggerak utama dalam kegiatan gotong royong tersebut. Ia menyebut, inisiatif tersebut mampu mendorong partisipasi masyarakat secara luas hingga ke tingkat RT dan RW.
“Ini inisiatif pemuda. Karena merekalah yang menggerakkan masyarakat dan RT/RW melakukan swadaya gotong royong untuk tambal jalan-jalan yang berlubang di Kambo,” kata Ulpan.
Ulpan juga mengakui bahwa jalur tersebut merupakan akses penting menuju kawasan ekowisata yang cukup ramai dikunjungi. Menurutnya, kondisi jalan yang kurang baik memang menjadi perhatian karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan para pengunjung.
“Memang perlu perhatian karena jalur ini adalah jalur ekowisata yang biasa dikunjungi oleh warga Kota Palopo maupun dari luar kota,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak kelurahan tidak tinggal diam dan turut ambil bagian dalam upaya perbaikan bersama masyarakat. Bahkan, kegiatan pembenahan jalan secara swadaya telah beberapa kali dilakukan sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah tersebut.
“Sebagai pemerintah kelurahan, kami juga berkontribusi untuk membantu masyarakat. Ini sudah kesekian kalinya kita lakukan pembenahan jalan-jalan karena banyak terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal pengguna jalan yang ada,” pungkasnya.
